SariAgri - Ikan hias bagi kebanyakan orang menjadi hiburan tersendiri untuk melepas penat. Corak warna, bentuk, dan geliatnya di dalam kolam dirasa dapat menenangkan hati.
Ada banyak macam ikan hias yang populer di dalam negeri, seperti ikan cupang, louhan, arwana, dan koi. Dari keempat contoh tadi ikan mana yang pernah terjual paling mahal di dunia?
Menurut pemilik pusat penjualan ikan koi Platinum Koi Cibubur, Alex Sondang Mareta, koi adalah ikan hias untuk pergaulan. Mulai dari peliharaan sebagai hobi, hadiah, hingga sebagai objek adu gengsi.
"Koi harganya stabil, tidak terpengaruh harga ikan musiman yang sedang viral ataupun masa pandemi seperti saat ini. Pembeli yang datang mulai dari sekedar hobi, hadiah untuk orang-orang penting hingga ada yang cuma sekedar pelengkap di rumahnya untuk dilihat temen-temennya. Ya, sekedar gengsi," ujar Alex saat dikunjungi Sariagri, (15/3) lalu.
Alex Sondang Mareta menambahkan, jika ada yang berminat bisnis Koi sebaiknya belajar dan mencintai dulu ikannya. Baru bisa ambil keputusan apakah akan jadi bisnis atau sekedar hobi, karena modalnya tidak kecil. Saat ditanya tentang apakah budidaya Koi merupakan bisnis yang menjanjikan, Alex Sondang menjawab sambil melepas senyum.
“Koi, ikan termahal untuk kelas super jika dibanding ikan hias lainnya. Saya pernah ikuti berita seekor ikan koi terjual dengan harga Rp27 miliar di Hiroshima, Jepang, itu memang nyata,” ujarnya.
Untuk pecinta Koi ataupun yang ingin memulai bisnis Koi, Alex Sondang memberikan tips cara merawat Koi dari anakan hingga besar:
1. Pastikan kolam dibuat dengan benar. Mulai dari saluran air yang masuk ke kolam, pembuangan dan filter. Pembuatan kolam yang benar adalah meminimalisir sentuhan manusia untuk proses pembersihan (kuras kolam otomatis), ini dimaksud untuk menjaga ikan dari stres.
Berita Perikanan
2. Di awal pengisian kolam, jangan gunakan air PAM. Isilah dengan air berkualitas baik seperti air yang biasa digunakan untuk isi ulang air mineral (air gunung), namun jika tidak ada sumber air isi ulang tersebut gunakanlah air tanah biasa. Ph atau kadar keasaman air sangat mempengaruhi kesehatan ikan.
3. Setiap hari, sebaiknya dilakukan isi ulang air kolam minimal 10 persen dari total kapasitas. Untuk langkah ini bisa menggunakan air PAM. Selain bertujuan untuk memberikan sirkulasi air baru, proses ini membantu kebersihan kolam.
4. Bikin jadwal pemberian pakan. Ini akan menentukan waktu pembesaran dan warna ikan.
5. Perhatikan ikan setiap hari. Dengan demikian bisa dilihat kondisi ikan sehat atau sakit.
6. Gunakan perbandingan lebar dan dalam kolam dengan jumlah ikan yang ada.
7. Jika terlihat ikan yang kurang sehat segera keluarkan dan tempatkan di kolam perawatan.
8. Untuk bertahan dalam bisnis, perbanyak pengetahuan dan jaringan atau ikuti berbagai komunitas guna berbagi informasi. Sementara untuk harga jual, dahulukan kepercayaan dan kepuasan pembeli. Langkah terakhir ini adalah kunci keberhasilan bisnis Koi.
Di akhir perbincangan, Alex Sondang mempertegas bahwa bisnis ikan koi harus diawali hobi dan mencintai ikannya. Dengan begitu akan ada chemistry antara pemilik dengan peliharaannya hingga kolam yang menjadi medium budi daya ikan koi.
Wawancara dengan Alex Sondang Mareta dapat disimak di Agri Channel atau akun Youtube Sariagri.